3.
ANAXAGORAS (500-428 SM)
Anaxagoras
adalah ilmuwan yang berasal dari Yunani. Ia mengatakan bahwa bulan tidak
memancarkan cahaya sendiri, melainkan karena cahaya matahari yang dipantulkan
ke bumi. Anaxagoras juga mengemukakan seperti apa yang dikatakan Thales bahwa
gerhana bulan terjadi karena posisi bumi terletak diantara bulan &
matahari.
Selain
gerhana bulan, Anaxagoras juga menjelaskan terjadinya gerhana matahari. Jika
posisi bulan berada diantara bumi & matahari maka akan terjadilah gerhana
matahari. Masih menurut Anaxagoras, bahwa matahari seperti batu yang sangat
panas sedangkan bulan hanyalah seperti bumi. Namun karena pada periode ini
orang-orang tidak percaya pada pendapat yang kemukakan maka Anaxagoras pun
diusir dari Yunani.
Pengetahuan
lain yang diungkapkan oleh Anaxagoras adalah bahwa tidak ada benda yang
‘hilang’ atau ‘timbul’. Yang ada hanyalah perpaduan (percampuran) dan
penyusunnya dari unsur-unsur asal benda tersebut. Oleh karena itu apabila
terjadi perubahan pada suatu zat maka hal itu disebabkan karenanya penggabungan
atau pemisahan partikel yang sangat kecil dan tidak tampak. Partikel yang ada
tidak dapat diubah, hanya bentuk, rasa & baunya yang berbeda-beda.
Berdasarkan
pendapat dari Anaxagoras itulah akhirnya muncul “Hukum Kekekalan Energi”. Hukum
tersebut berbunyi “Energi tidak dapat diciptakandan juga tidak dapat
dimusnahkan. Dengan kata lain ‘Jumlah energi yang dikeluarkan sama dengan
jumlah energi yang dihasilkan’. Jadi perubahan bentuk suatu energy (dari bentuk
yang satu kebentuk yang lain) tidak mengubah juumlah atau besar energi secara
keseluruhan atau dirumuskan EM = EK + EP”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar