Jumat, 18 Oktober 2013

Sejarah Tokoh Fisika Periode 1


3. ANAXAGORAS (500-428 SM)
          Anaxagoras adalah ilmuwan yang berasal dari Yunani. Ia mengatakan bahwa bulan tidak memancarkan cahaya sendiri, melainkan karena cahaya matahari yang dipantulkan ke bumi. Anaxagoras juga mengemukakan seperti apa yang dikatakan Thales bahwa gerhana bulan terjadi karena posisi bumi terletak diantara bulan & matahari.
          Selain gerhana bulan, Anaxagoras juga menjelaskan terjadinya gerhana matahari. Jika posisi bulan berada diantara bumi & matahari maka akan terjadilah gerhana matahari. Masih menurut Anaxagoras, bahwa matahari seperti batu yang sangat panas sedangkan bulan hanyalah seperti bumi. Namun karena pada periode ini orang-orang tidak percaya pada pendapat yang kemukakan maka Anaxagoras pun diusir dari Yunani.
          Pengetahuan lain yang diungkapkan oleh Anaxagoras adalah bahwa tidak ada benda yang ‘hilang’ atau ‘timbul’. Yang ada hanyalah perpaduan (percampuran) dan penyusunnya dari unsur-unsur asal benda tersebut. Oleh karena itu apabila terjadi perubahan pada suatu zat maka hal itu disebabkan karenanya penggabungan atau pemisahan partikel yang sangat kecil dan tidak tampak. Partikel yang ada tidak dapat diubah, hanya bentuk, rasa & baunya yang berbeda-beda.
          Berdasarkan pendapat dari Anaxagoras itulah akhirnya muncul “Hukum Kekekalan Energi”. Hukum tersebut berbunyi “Energi tidak dapat diciptakandan juga tidak dapat dimusnahkan. Dengan kata lain ‘Jumlah energi yang dikeluarkan sama dengan jumlah energi yang dihasilkan’. Jadi perubahan bentuk suatu energy (dari bentuk yang satu kebentuk yang lain) tidak mengubah juumlah atau besar energi secara keseluruhan atau dirumuskan EM = EK + EP”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar