2. PYTHAGORAS (580-500 SM)
Begitu mendengar nama Pythagoras, hal pertama dan utama yang diingat kebanyakan orang adalah RUMUS SEGITIGA SIKU-SIKUnya. Ya, memag dialah yang menemukan rumus yang diberi nama “Dalil Pyhtagoras”. Pada intinya dalil Pythagoras mengatajan bahwa “pada segitiga siku-siku, sisi miring kuadrat sama dengan jumlah kuadrat sisi siku-sikunya”. Selain dalam bidang matematika (rumus Pythagoras), Pythagoras yang seorang ahli filsafat itu mengemukakan bahwa bumi itu bentuknya bulat dan tidak datar.
Suatu hari, ketika Pythagoras berjalan-jalan melewati suatu bengkel pandai besi, ia mampir melihat serta mengamati tukang pandai besi yang sedang bekerja dengan martil. Berdasarkan hasil pengamatan yang ia lakukan dapat disimpulkan bahwa semakin pendek pengangan martilnya maka frekuensi nada yang dihasilkan semakin tinggi.
Dari hasil kesimpulannya itulah Pythagoras menemukan persamaan bahwa panjang dawai (senar) mempunyai hubungan erat dengan nada. Jika panjang dawainya dijadikan dua kali semula maka nada yang dihasilkan satu oktaf
Hal ini senada dengan apa yang diteliti oleh ahli fisika bernama Mersenne. Ia menyelediki hubungan antara panjang senar (dawai) dengan frekuensi nada yang dihasilkan. Alat yang digunakan untukpenyeldikan ini dinamakan sonometer. Rumus hubungan anatar nada (dawai) dengan panjang (senar/tali)
L: Panjang tali senar (m)
F : Tegangan tali/senar (N)
A : Luas penampang tali (m2)
p : Massa jenis tali (kg/m3)
p : Massa jenis tali (kg/m3)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar